Kamis, 07 Mei 2015

9 Prinsip Gila Bob Sadino yang Tak Hanya Menjadikannya Kaya, Namun Juga Berguna Sebagai Manusia





Bob Sadino, pebisnis nyentrik yang dikenal sebagai pemilik jaringan usaha Kemfood dan Kemchick wafat di Rumah Sakit Pondok Indah setelah 1 tahun melawan komplikasi penyakitnya. Bob Sadino yang juga kerap disapa dengan “Om Bob” meninggalkan tak hanya legacy bisnis raksasa, melainkan juga berbagai pelajaran penting dalam mengarungi dunia usaha.
Walau kini sudah tak lagi ada di dunia, pelajaran dari Bob Sadino tak pernah usang untuk kembali dibuka. Di artikel ini Hipwee akaan mengulas prinsip hidup Bob Sadino yang terbukti telah sukses membawanya mencapai kesuksesan. Bukan tidak mungkin prinsip tersebut juga bisa kamu terapkan ‘kan?
1. Saat orang Ribut Dengan Target yang Dicanangkan, Bagi Bob Sadino Perjalanan Menuju Sukses Justru Tidak Perlu Memiliki Tujuan
Prinsip Bob Sadino perjalanan tidak perlu punya tujuan 
Dalam sebuah wawancara dengan seorang wartawan Bob mengatakan bahwa perjalanan hidup dan bisnisnya selama ini tidak dijalani dengan tujuan yang pasti. Berbeda dengan orang kebanyakan yang mencanangkan target jelas tentang hal-hal yang harus ia capai dalam hidup — Bob Sadino memilih menjalani.
“Dengan adanya tujuan, maka seseorang hanya tertuju pada satu titik yang namanya tujuan. Dia tidak akan berusaha untuk mendapatkan hasil yang melebihi titik tersebut. Padahal potensi setiap orang sangat mungkin melewati titik tersebut. Jadi sayang dong kemampuan saya, bila harus dipaku oleh tujuan.”
Begitu ujar Bob Sadino ketika ditanya mengenai prinsipnya ini. Bob memang dikenal sebagai orang yang santai dan mengalir, tapi bukan berarti ia tidak punya mimpi. Tujuan tidak dicanangkannya bukan karena malas atau takut tidak bisa mencapai target. Justru “tujuan” atau “target” dianggap sebagai belenggu yang bisa menghalangi langkahnya mencapai hal-hal yang lebih dari sekadar tujuan yang telah disepakati itu.
2. Rencana Adalah Bencana Bagi Bob Sadino. Dalam Bisnis Oom Bob Selalu Menekankan Prinsip “Mengalir Saja”
Prinsip Bob Sadino (2): “Mengalir Saja” 
“Rencana itu cuma berlaku buat mereka yang belajar manajemen. Dari A, B, C, D, sampai Z. Padahal dalam bisnis tidak ada yang seperti itu, bisnis tidak mungkin lurus dan runut saja. Tapi sayangnya di sekolah kita sudah terlalu sering diajarkan bikin rencana. Padahal rencana itu racun, bencana!”
Bob Sadino, Mereka Bilang Saya Gila
Prinsip “mengalir saja” memang jadi tali pancang dalam perjalanan bisnis Bob Sadino. Dimulai dari menetap di Belanda selama 9 tahun dan bekerja di sebuah perusahaan pelayaran, Bob beralih haluan jadi pengusaha peternakan ayam saat kembali ke Indonesia. Apakah semua itu direncakan? Jawabnya, “Tidak.”
Bob menjalani bisnisnya sesuai keadaan pasar. Tanpa banyak rencana, ia mengambil peluang paling menguntungkan yang ada di depan mata. Terdengar oportunis memang, tapi dari cara ini Kemfood dan Kemchicks terbukti berhasil jadi pemimpin di bidangnya.
3. Walau Terlahir Sebagai Orang Berada Bob Tidak Mau Berleha-leha. Jadi Kuli Bangunan, Supir Mobil Sewaan, Sampai Pedagang Telur Pernah Dilakoninya
Bob pernah jadi supir mobil sewaan
Bob Sadino memang lahir dari keluarga yang cukup berada. Saat ayah dan ibunya meninggal, seluruh warisan keluarga jatuh ke tangan Bob sebagai anak bungsu karena kakak-kakaknya yang lain sudah dianggap cukup mampu. Tapi hidup sebagai anak orang kaya tidak menjadikan Bob manja. Dia memilih berkelana keliling dunia dengan setengah uang warisan yang dimilikinya.
Bob sempat terdampar selama 9 tahun di Belanda untuk bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan pelayaran. Sepulangnya ke Indonesia Bob banting setir jadi pengusaha Mobil Mercedes sewaan, dengan ia sendiri sebagai sopirnya. Sebuah kecelakaan yang dialami membuatnya kehilangan Mercedes kesayangannya sehingga otomatis kehilangan modal.
Dengan kondisi sudah punya anak istri, Bob yang kondisi ekonominya terpuruk akhirnya memilih jadi tukang batu dengan upah hanya Rp 100,00 per hari. Barulah setelah itu ia bertemu dengan kolega lama yang menyarankannya berbisnis telur ayam negeri. Keberhasilan Bob tentu tidak bisa dilepaskan dari kegigihannya berusaha. Ia tidak mau duduk manis dengan uang warisan dari orang tuanya yang sebenarnya sudah cukup dari cukup jumlahnya.
4. Jangan Pernah Cari Untung dan Keberhasilan Dalam Bisnis. Kalau Mau Berhasil Justru Kamu Harus Mencari Kegagalan dan Kerugian!
Kalau mau berhasil justru carilah rugi! 

Saran-saran Bob dalam dunia bisnis memang terdengar sedikit sinting. Bagaimana tidak, saat sekolah bisnis mengajarkan mahasiswanya bagaimana menghindari kegagalan, Bob justru menyarankan untuk mendekatinya. Ketika hukum ekonomi menyediakan opsi untuk terus meraih keuntungan, Bob malah menyuruh kita untuk merugi.
Seperti biasa, Bob dalam bukunya “Belajar Goblok dari Bob Sadino” selalu memiliki jawaban sendiri atas sarannya ini:
“Orang sudah terlalu terbiasa berpikir secara linier. Kalau mau usaha, pasti mencari untung; mencari berhasil. Padahal dalam usaha itu ya pasti ada rugi dan gagal toh? Bagi kamu yang mau berhasil, justru cari kegagalan sebanyak-banyaknya. Sebab keberhasilan itu hanyalah sebuah titik di puncak gunung kegagalan.”
5. Kalau Mau Usaha Itu Ya Lakukan Saja. Urusan Hitung-hitungan Tak Usah Dipikirkan
Kalau mau usaha langsung lakukan saja. Tak perlu banyak dipikirkan 

Menurut Bob terlalu banyak orang pintar, lulusan Sarjana, yang urung membuka usaha karena terlalu banyak perhitungan. Bob amat menghindari terjebak dalam kukungan prediksi yang membuatnya tak segera melakoni apa yang jadi keinginannya.
Baginya usaha itu tentang melakukan apa yang harus dilakukan, secepat yang ia bisa dengan sumber daya yang dimilikinya.
“Kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak mikir membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. Padahal yang penting adalah action!”
Di sini pula jawaban Bob tentang sudut pandangnya pada untung-rugi jadi lebih masuk akal:
“Kalau kita mencari untung duluan, usaha belum tentu dilakukan karena takut rugi. Tapi kalau mencari rugi, usaha pasti dilakukan karena ga takut untung.”
6. Kuliah Hanya Akan Mengajarkanmu Untuk Tahu. Tapi Bagi Bob Jalanan yang Mengajarkannya Untuk Bisa Jadi Perasa
Bergelut di lapangan membuatmu jadi perasa 
“Teori adalah sebuah informasi basi.”
Begitu ujar Bob ketika dalam suatu kesempatan ditanya mengenai pendapatnya soal bangku kuliah. Dalam berbagai seminar yang diberikannya Bob dengan lantang mengatakan bahwa kuliah adalah sebuah kesia-siaan. Bob bahkan dengan keras berkata bahwa kuliah sama dengan memasukkan sampah ke otakmu. Pendapatnya tentang mahasiswa yang ber-IPK tinggi juga tak kalah pedas.
“Kalau mahasiswa IPK nya sudah 3 koma itu alamat jadi karyawan saja lah. Kalau mau jadi pengusaha, IPK jeblok saja. Karena dengan begitu mau tak mau kamu akan ditolak perusahaan dan terpaksa membuka usaha sendiri.”
Bob memang belajar semua dari pengalaman langsung di lapangan. Baginya pendidikan hanya membuat seseorang jadi pribadi yang pintar bicara, tanpa bisa melaksanakan apa yang sudah direncanakannya.
7. Kemfood dan Kemchick Adalah Bukti Kecerdikan Bob Melirik Peluang Usaha. Menciptakan Pasar Sendiri Adalah Cara Terampuh Untuk Berhasil Sebagai Wirasusaha
Kemchick dan Kemfood bukti nyata Bob cerdik melirik peluang usaha v

Saat Bob memulai usaha ternak ayam petelurnya Bob sempat dicibir sebagai “orang gila” karena dianggap tak akan berhasil. Saat itu pasar telur dalam negeri memang masih didominasi oleh telur ayam kampung yang terkenal lama proses produksinya. Atas bantuan seorang kolega lama yang iba atas kondisi ekonomi Bob yang terpuruk, Bob pun memulai bisnis ternak telur ayam negeri dengan target pasar orang asing di sekitar Kemang.
Tindakan yang dianggap “gila” oleh kebanyakan orang ini sebenarnya merupakan sebuah langkah yang cerdik. Telur ayam dan berbagai daging olahan merupakan panganan konsumsi utama orang asing yang masih belum bisa dipenuhi demand-nya oleh produsen yang ada saat itu. Terlebih fasihnya Bob dan sang istri dalam berbahasa Inggris membuat pelanggan ekspatriat mereka merasa nyaman.
Karena kegigihan dan pelayanan primanya, perlahan bisnis Bob pun berkembang pesat. Kini Kemfood dan Kemchick telah punya nama besar di antara pelanggan setianya. Tak hanya berkecimpung di daging olahan saja, Bob Sadino pun melirik usaha sayuran holtikultura sebagai pengembangan bisnisnya. Gila dan tidak sesuai trend semua ‘kan? Tapi berhasil!
8. Walau Sudah Berhasil Bob Selalu Menekankan Pada Calon Pengusaha Untuk Jadi Dirinya Sendiri. Jangan Pernah Jadi Mesin Fotokopi, Sesukses Apapun Orang yang Ingin Kamu Fotokopi
Bob tidak ingin mejadikan orang lain sebagai fotokopinya 
Sejak awal kemunculannya Bob dikenal dengan penampilannya yang nyentrik. Selalu mengenakan celana pendek dan berkemeja sederhana. Keunikannya ini bahkan membuat Bob sempat diusir dari gedung DPR karena mengenakan celana pendek. Seperti biasa, Bob pun hanya menjawabnya dengan kelakar:
“Mending mana? Saya pakai celana pendek tapi beli pakai uang sendiri atau celana panjang tapi pakai uang rakyat? Hahahahaha.”
Nilai menjadi diri sendiri memang amat Bob junjung tinggi. Ia tidak ingin menjadi fotokopi siapapun dalam menjalani hari. Prinsip ini juga yang ditekankan Bob pada mereka yang ingin menuai kesuksesan seperti dirinya,
“Saya tidak pernah mau membagikan kunci sukses saya. Karena sekali lagi, semua itu ya mengalir saja. Lagipula kalau orang meniru saya, apa bedanya mereka dengan mesin fotokopi? Hina sekali jadi fotokopinya Bob Sadino. Kalau ada orang yang bertanya pada saya, saya bilang, “Ya jalankan saja. Alami saja pengalaman yang Anda alami.”
9. Sampai Akhir Nafasnya Bob Sadino Tetap Hidup Sederhana Sebagai Manusia. Ia Tak Pernah Merasa Lebih Dari Orang-Orang di Sekitarnya
Sampai akhir hayat Bob tetap sederhana sebagai manusia via 
Sampai akhir hayatnya Bob menjalani hidup tetap dengan prinsip apa adanya. Pakaian dan penampilan tetap sederhana, khas malah dengan celana pendeknya.Rumahnya yang 2 hektar juga disebut sebagai memanfaatkan apa yang ada. Rumah itu merupakan eks-kebun Bob Sadino yang tidak terpakai, hingga dimanfaatkan sebagai rumah.
Bukan cuma soal gaya hidup. Bob pun dikenal sebagai atasan yang amat memanusiakan bawahannya. Tidak ada pegawai Kemchick dan Kemfood yang ia “comot” dari tengah, semua ia proses dari bawah agar tidak menimbulkan kecemburuan.
Di masa-masa akhir hidupnya Bob bahkan sudah malas menenteng titel “pengusaha.” Ia memilih menyebut dirinya sebagai pengangguran saja.
“Saya hanya penganggur. Tapi saya bisa ekspor ribuan ton ke Jepang. Saya punya kemchick sebagai supermarket, kemfood untuk daging olah dan saya punya 1.600 orang yang bekerja di perusahaan saya. Mau ngapain lagi saya? Jadi saya nganggur.”
Selamat jalan Oom Bob Sadino. Terima kasih telah mengajarkan bahwa menjadi pengusaha itu sebenarnya sederhana. Dan sesukses apapun kita, ternyata kita tak boleh lupa untuk jadi manusia yang selalu setia pada akarnya.
Until we meet again, Oom….


sumber: hipwee.com

Senin, 04 Mei 2015

7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pebisnis Online




Bisnis online semakin menjamur di dunia maya. Kelebihannya adalah karena bisnis online lebih hemat waktu dan tenaga. Ditambah lagi transaksinya mudah dan cepat karena adanya jaringan internet. Meskipun memiliki kelebihan tersebut, bukan berarti bisnis online ini lebih cepat sukses dibandingkan bisnis offline. Setiap bisnis pasti memiliki kesulitan dan risiko masing-masing dalam menjalankannya.
Lingga Buana, penulis buku Smart Business Online mengemukakan bahwa ada 7 kesalahan yang sering dilakukan oleh pebisnis online dalam menjalankan bisnisnya. Ketujuh kesalahan ini bisa mengakibatkan kegagalan dan risiko kebangkrutan bagi bisnis Anda.

1. Tidak konsekuen menjalankan rencana
Kebanyakan pengusaha online tidak mematuhi rencana bisnis yang sudah dibuat pengusaha itu sendiri. Dalam bisnisonline, persaingan lebih ketat dibandingkan bisnis offline. Pesaing Anda bisa dengan cepat melakukan promo produk sejenis tiap detiknya. Jika Anda tidak mematuhi aturan rencana yang Anda buat dan rancang, maka Anda bisa tertinggal dalam kompetisi transaksi online ini. Artinya Anda harus siap gagal menjalankan bisnis Anda. Apakah ini yang Anda inginkan? Tentu saja tidak.

2. Terlalu percaya pada internet
Transaksi menjadi lebih cepat, dan itu karena jaringan internet. Namun sebaiknya Anda jangan terlalu percaya jika internet bisa menunjukkan jalan tercepat menjadi kaya. Bukan berarti Anda bisa lebih cepat mendapatkan keuntungan berbisnis online. Jika strategi yang Anda terapkan tidak tepat, maka keuntungan yang Anda harapkan tidak akan tercapai meskipun Anda menggunakan jaringan internet sekalipun.

3. Malas mengelola media sosial
Rasa malas adalah hal yang wajib Anda dihindari jika Anda ingin sukses. Saat ini banyak website bisnis yang dimiliki pengusaha online namun tidak terawat. Ditambah lagi kontennya kurang menarik dan informasi yang diberikan tidakup to date. Membuat akun bisnis memang mudah, namun sulit mengelola konten yang informatif dan up to date.Apabila Anda malas mengelola media sosial Anda, maka calon pembeli Anda akan kabur dan memilih berbelanja di tempat lain.

4. Malas belajar dari banyak sumber
Seorang pengusaha online harus mengikuti perkembangan teknologi di internet jika ingin sukses. Setiap harinya perkembangan teknologi semakin berkembang. Jika Anda tidak bisa mengikutinya, maka Anda akan tertinggal dibandingkan pengusaha online lainnya. Sebagai pengusaha online, Anda harus mau belajar dari banyak sumber jika tidak ingin menjadi pengusaha online  yang ‘gaptek’.

5. Setengah hati berbisnis online
Tidak semua pengusaha online menjadikan usaha online sebagai mata pencarian utama. Mereka cenderung menganggap usaha online yang dijalankan sebagai usaha sampingan. Jika memang Anda menganggapnya begitu, namun bukan berarti Anda bisa setengah-setengah menjalankan bisnis online Anda. Meski hanya untuk mencari penghasilan tambahan, Anda juga harus fokus agar usaha Anda mendapatkan profit yang signifikan.

6. Mudah menyerah
Belajarlah dari kegagalan agar Anda bisa mengambil keputusan di kemudian hari. Memang tidak mudah untuk bangkit dari kegagalan, tapi jangan terlalu lama terpuruk dalam kegagalan. Steven Bredley pernah berkata, “orang-orang sukses adalah mereka yang selalu bangkit setiap kali terjatuh”.

7. Tidak menjaga hubungan baik dengan pembeli
Kecakapan berkomunikasi dapat menjalin hubungan dan koneksi yang baik dengan konsumen. Sebagai pengusaha, Anda harus komuniktif dalam menjalin relasi. Meskipun transaksi telah selesai, namun ada baiknya apabila Anda tetap menjaga hubungan baik dengan konsumen Anda. Hubungan yang baik akan membuat konsumen melakukanrepeat order.

Anda mungkin pernah mendengar saran untuk lebih fokus untuk memajukan karir Anda. Ini jauh lebih mudah untuk mendapatkan arahan jika Anda dikenal sebagai "konsultan untuk organisasi nirlaba" bukan hanya konsultan, atau "spesialis berkebun organik" daripada penata taman generik. Memang, "niching down" adalah strategi sukses bagi banyak pemimpin pemikiran.

Tapi bagi banyak profesional - termasuk saya sendiri - itu bisa menyakitkan untuk memilih hanya satu aspek untuk berkonsentrasi pada. "Orang Renaissance" berkembang pada varietas, dan itu bisa sewenang-wenang dan kontraproduktif membatasi diri. Untungnya, ada strategi yang sama berlaku untuk maju dalam karir Anda: menempatkan taruhan kecil dan membiarkan pasar memandu Anda.

Beberapa tahun yang lalu, saya akan bekerja sebagai konsultan pemasaran wiraswasta, dan ingin menulis buku - baik untuk memenuhi tujuan pribadi lama dan juga sebagai sarana untuk menarik bisnis baru. Tapi itu sulit untuk mengetahui apa yang harus menulis tentang. Dalam pekerjaan konsultasi saya, saya seorang generalis, membantu klien dengan segala sesuatu dari strategi pemasaran media sosial untuk pengembangan pesan. Dan aku punya habisnya karir masa lalu, dari melayani sebagai juru bicara kampanye presiden untuk membuat film dokumenter, dan dari menjadi wartawan untuk menjalankan nirlaba advokasi bersepeda. Sulit untuk mencari tahu apa aspek dari pengalaman saya yang harus saya menulis tentang dan - kritis - apa yang akan benar-benar menarik minat orang lain.

Itu hanya ketika saya mulai blogging untuk publikasi terkemuka di 2010 yang fokus saya menjelaskan. Posting kedua saya menyumbang sekitar reinventing merek pribadi Anda - topik yang saya tertarik karena banyak perubahan karir saya. Hal itu belum tentu dimaksudkan untuk menjadi pernyataan definitif saya untuk dunia; itu adalah salah satu posting blog, dari puluhan saya lakukan sebelumnya dan ratusan aku akan melakukan selanjutnya.

Tapi untuk beberapa alasan, yang satu ini tertangkap. Ia menerima ton komentar di situs web, dan editor meminta saya untuk menulis versi yang diperluas untuk majalah mereka. Dalam seminggu publikasi, tiga agen sastra yang berbeda telah mengulurkan tangan kepada saya, menanyakan apakah aku akan tertarik dalam representasi. Dua tahun kemudian, buku saya Reinventing Anda dirilis, dan aku kemudian kuliah di seluruh dunia tentang personal branding dan reinvention profesional.

Kadang-kadang Anda harus bereksperimen dengan banyak ide dan melihat mana yang menempel. Mulailah dengan mengidentifikasi topik yang Anda merasa bergairah tentang dan menempatkan taruhan kecil pada masing-masing. Pada titik ini, fokus Anda tidak harus seperti laser; Anda dapat menulis posting tamu untuk situs berkebun organik, membuat daftar tips bisnis untuk posting LinkedIn, dan mengatur Meetup untuk spesialis inovasi. Cobalah hal-hal dan melihat apa yang terbakar. Posting yang menerima paling komentar, atau retweets, atau pertanyaan e-mail? Apa yang tampaknya untuk menangkap imajinasi orang?

Menemukan niche Anda adalah bukan ilmu pasti, dan Anda sering tidak akan tahu sebelumnya apa yang akan bekerja. Jika saya telah menunggu ide yang tepat, aku mungkin masih menunggu. Sebaliknya, saya mencoba berbagai, dan dalam proses, belajar mana yang orang peduli. Mengambil risiko kecil seperti menciptakan portofolio modal ventura: Tidak apa-apa ketika 99 tidak membayar jika keseratus adalah sukses besar.


sumber: yea-indonesia.com

Rabu, 29 April 2015

Mencari Ide Bisnis dari Kehidupan Sehari-hari


Ide memang bisa datang dari mana saja. Disneyland’s Magic Kingdom contohnya, ide dari pendirian taman bermain terbesar di dunia tersebut lahir saat Walt Disney dengan keluarganya sedang berkunjung ke Tivoli Garden, salah satu taman tertua di Eropa. Walt Disney pun berpikir bahwa dia mampu membangun taman yang lebih besar dibanding taman yang dikunjunginya tersebut. Akhirnya Disneyland pun didirikan oleh Walt Disney.
Seorang entrepreneur yang hebat dapat menemukan ide bisnis baru hanya dengan memperhatikan kepada kesempatan di kehidupan sehari-harinya. Seorang penulis buku The Idea Hunter, Andy Boynton mengatakan bahwa dunia ini sebenarnya penuh dengan ide-ide yang sangat bermanfaat, hanya saja sedikit orang yang mampu menggali ide tersebut.
Tidak ada ide yang bisa Anda dapatkan jika Anda mencarinya hanya dengan duduk dan berpikir keras. Anda baru bisa mendapatkan sebuah ide saat Anda memperhatikan keadaan sekitar Anda atau lingkungan Anda. Boynton mengatakan bahwa inovasi bukanlah tentang seberapa pintar diri Anda, tapi tentang bagaimana Anda mencari ide baru.
Dengan mengetahui hal ini, Anda akan mengetahui bahwa sebenarnya banyak ide bisnis yang dapat Anda temukan pada kehidupan sehari-hari Anda, namun tidak pernah Anda sadari.  Berikut adalah 3 tips yang dapat membantu Anda untuk menemukan inspirasi di sekitar Anda.

1. Buat daftar dari setiap kesempatan yang Anda sadari.

Sadar atau tidak, dunia ini penuh dengan masalah yang harus diselesaikan. Anda mungkin sering melihat masalah yang terjadi di sekitar Anda yang mungkin orang lain abaikan.
Sebenarnya masalah adalah sebuah peluang untuk Anda menggali ide bisnis didalamnya, catat masalah tersebut dalam sebuah daftar, dan jika Anda memiliki waktu luang Anda dapat mencari ide bisnis dari masalah tersebut.
Jika Anda kesulitan melakukan hal tersebut, mulailah dari diri Anda sendiri. Tanyakan kepada diri Anda, apa yang masalah yang pernah atau sering Anda hadapi sehari-hari? Dapatkah Anda membuatnya semakin mudah? Semakin nyaman? Masalah Anda dapat membantu Anda untuk menemukan sebuah ide bisnis baru.

2. Cari ide bisnis di berbagai macam tempat.

Ide bisnis baru membutuhkan sebuah kreativitas, yang tentunya harus dipenuhi dengan sebuah keragaman dan juga sesuatu yang baru. Anda mungkin menemukan ide bisnis yang sangat bagus ketika Anda sedang berlibur atau inspirasi yang tidak terduga muncul saat Anda mengunjungi sebuah lokasi.
Jika Anda bisa membuka mata Anda, jawaban akan ada langsung di depan Anda. Tapi dunia Anda harus cukup luas dan beragam untuk membantu Anda untuk menemukan sebuah ide bisnis baru.
Bayangkan Anda hanya berada di rumah terus menerus, pastinya ada sangat sulit menemukan ide baru, karena dunia Anda hanyalah rumah. Namun jika Anda berkeliling lingkungan sekitar rumah Anda, tentu pandangan Anda akan lebih luas dibanding jika Anda berada di rumah terus menerus.
Selain menjelajah dunia baru, interaksi juga diperlukan. Mengapa? karena Anda tidak dapat mengetahui keadaan serta masalah dunia baru Anda tanpa bertanya kepada orang sekitar tentang dunia baru tersebut. Hal ini pun berujung kepada networking, dimana Anda membangun relasi kepada orang-orang baru dan menggali semua informasi yang tentunya akan memunculkan ide bisnis baru.

3. Perhatikan bagaimana orang lain menyelesaikan masalah bisnis mereka.

Di dalam setiap kesempatan, Anda pasti dikelilingi oleh masalah yang orang lain coba pecahkan. Ini merupakan kesempatan untuk belajar. Mulai lihat bagaimana memecahkan masalah mereka, bagaimana mereka membuat semuanya menjadi lebih baik. Anda mungkin akan dapat menemukan cara yang lebih baik untuk menangani masalah yang sama daripada yang orang lain lakukan.
Anda sangat boleh meminjam dan menggunakan ulang dan mengaplikasikan ulang ide bisnis yang Anda lihat atau orang lain sudah lihat. Tentunya dengan cara memecahkan yang lebih baik dari orang tersebut.
Sudah siap mencari ide baru?

Disadur secara bebas dari entrepreneur.com/

Kamis, 23 April 2015

8 Kebiasaan Orang Yang Super Efisien


Banyak orang yang ingin menjadi lebih efektif dan efisien. Bayangkan, Anda tentu ingin menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengerjakan hal-hal yang tidak Anda sukai dan ingin lebih banyak waktu untuk kegiatan yang lebih banyak menghasilkan kepuasan, kebahagiaan, dan profit. Beberapa orang mampu mengefektifkan waktunya sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Berikut 8 teknik yang dilakukan orang-orang efektif untuk mendapatkan kebebasan seperti itu

1. Berhenti Multitasking
 Banyak orang yang membanggakan diri karena mereka mampu mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu (multitasking). Tapi sesungguhnya hanya sedikit yang dapat fokus dalam 1 atau 2 tugas, terutama yang membutuhkan fokus dan detail. Mereka merasa bangga bisa menyelesaikan banyak hal, padahal sebenarnya kualitas pekerjaan mereka sangat rendah.
Orang yang sangat efektif tahu bahwa konsentrasi yang minim distraksi akan membuat kualitas kerja meningkat serta dapat selesai dalam waktu yang lebih singkat. Orang yang tidak fokus juga membuat proses kerjanya tidak berjalan normal sehingga akan lebih cenderung membuat kesalahan yang justru akan membuang waktu dan energi lagi untuk memperbaikinya. 


2. Delegasikan  
Banyak orang yang kehilangan produktifitas karena mengerjakan tugas lebih banyak daripada yang dapat mereka capai. Jangan terinspirasi oleh CEO dan para pemimpin yang memenuhi jadwal mereka yang bekerja siang malam. Orang-orang yang efektif sangat ahli dalam mendelegasikan tugas pada orang lain yang mampu mengerjakannya dengan lebih baik.Begitu Anda memiliki banyak tugas, pilih beberapa tugas yang paling sesuai dengan Anda, lalu delegasikan sisanya.
3. Berkomunikasi Secara Tepat
Komunikasi yang buruk bisa sangat menghabiskan waktu. Orang yang efisien berhati-hati sebelum melakukan komunikasi. Saat menelepon atau mengirim email, mereka menggunakan kata-kata yang mudah dipahami, sopan, dan mengarah pada tujuan.
3. Rutin Membuat Jadwal
Orang yang efisien rutin membuat jadwal di kalender mereka, sehingga mereka lebih disiplin dalam menjalankan tugas-tugas dan lebih siap jika ada acara penting. Semakin Anda menguasai kalender Anda, semakin mudah untuk Anda mengatur jadwal jika ada acara mendadak.
5. Simpan Barang-barang dengan Rapi
 Jika kita adalah orang yang berantakan, akan banyak waktu yang dibutuhkan untuk mencari barang saat diperlukan. Mencari kunci, pulpen, dan pakaian dapat menimbulkan frustasi apalagi jika ada hal penting yang harus Anda lakukan atau harus pergi ke acara penting.
Atur penyimpanan pakaian, kertas, dan barang elektronik sedemikian rupa sehingga Anda mudah mencarinya. Mungkin akan butuh waktu untuk menatanya, tapi kelak akan menghemat banyak waktu saat Anda mencari benda-benda penting itu.
6. Efektifkan Waktu
 Apakah Anda pernah membandingkan seberapa banyak waktu yang Anda gunakan secara produktif dengan waktu yang Anda buang begitu saja? Orang yang efisien mengatur waktu untuk setiap tugas yang harus mereka kerjakan dan patuh pada jadwal. Coba catat waktu yang Anda habiskan untuk mengobrol atau beraktivitas dalam seminggu. Kemudian pada minggu berikutnya, lakukan aktivitas yang sama dan output yang sama namun dengan waktu yang lebih singkat. Anda akan takjub dengan penghematan waktu yang bisa Anda lakukan.
7. Istirahat
 Orang yang lelah atau terlalu banyak bekerja tidak akan perform dengan baik. Orang-orang yang efisien memastikan bahwa mereka beristirahat dengan cukup sehingga mereka dapat bekerja dengan performa terbaik meski pekerjaan  menumpuk.
8. Buat Rencana Matang
Usaha akan menjadi sia-sia apabila kita tidak memiliki jalan yang jelas untuk sukses. Orang-orang yang efisian tahu mereka harus meluangkan waktu untuk riset dan membuat perencanaan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai sukses secara konsisten. Ya, memang merencanakan membutuhkan waktu. Tapi adanya tantangan, proses, dan tanggungjawab di awal akan membuat arah yang jelas dengan tim. Dengan komunikasi yang baik, setiap orang dapat bekerja dengan percaya diri dan efisien untuk mencapai semua target yang telah ditetapkan

Diterjemahkan secara bebas dari http://www.inc.com/

Kamis, 16 April 2015

11 Tips Biar Bisnis Kecilmu Tampak “Besar”

Semua wirausahawan hebat memulai semuanya dari bawah. Steve Jobs dan Steve Wozniak memulai perusahaan mereka di garasi, begitu pula dengan pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Jadi, kalo skala bisnismu masih terbilang kecil, itu hal yang wajar kok.
     Tapi, bisnis yang kecil bukan berarti harus tampak murah dan generik. Selalu ada cara yang bisa kamu lakukan agar bisnismu tampak meyakinkan. Kamu bisa membuat bisnis mungilmu terlihat besar lewat beberapa tips berikut ini;



1. Buat Logo yang Profesional

Logo merupakan identitas perusahaanmu. Membuat logo perusahaan yang menarik dan profesional amat penting, karena logo ini akan tampil di setiap sudut bisnismu: produk, situs web, kartu nama, kemasan, banner, dan sebagainya. Penting banget untuk mendesain logo yang membuat orang tertarik dan bisa mengingat bisnismu dengan mudah.
menciptakan sebuah logo adalah investasi yang penting. Dalam membuat logo yang profesional, mungkin kamu bisa berkonsultasi dengan desainer grafis yang kredibel.


 

gambar logo yang profesional 




2. Investasikan Uangmu ke Website yang Menarik

Sudah tahu ‘kan kalo kesan pertama itu sangat penting? Sebuah situs adalah wajah dari perusahaanmu. Tampilan situs yang didesain secara profesional gak cuma membuat bisnismu terlihat kredibel, tapi juga bisa meningkatkan penjualan produkmu, seiring dengan pendapatan lewat iklan. Jadi, jangan main-main dengan desain website bisnismu.
Untuk memiliki situs yang menarik, kamu bisa menginvestasikan uangmu pada domain berbayar plus desainer web. Domain berbayar jelas akan membuat situsmu tampak meyakinkan dan mereka bisa lebih leluasa untuk dikustomisasi. Dengan website yang oke, kamu juga berkesempatan untuk menyalip pesaing-pesaingmu.


gambar website


3. Jualan Langsung Lewat Situsmu

Alih-alih melemparkan penjualan produkmu ke situs lain, ada baiknya kamu bisa langsung memasarkan produkmu langsung lewat situs web-mu. Melakukan penjualan langsung bakal membuat bisnismu terlihat handal dan kamu juga lebih mudah mengatur margin penjualanmu. Lewat sini kamu juga akan belajar berbagai hal yang bakal berguna kalo kamu pengen mengembangkan usahamu.

gambar contoh situs


4. Bikin Kemasan yang Menarik

Pengemasan itu murah, tapi seringkali diremehkan oleh perusahaan berbasis web saat mereka mengirimkan produknya ke pelanggan. Jadi, buatlah kemasan produkmu semenarik mungkin, biar produkmu mengena di hati mereka. Buatlah mereka berpikir: “Wah, kemasannya menarik nih, sayang kalo dibuang.” Atau “Bungkusnya lucu, jadi pengen beli lagi.”
Kemasan adalah wajah dari produkmu. Selain itu, kamu juga bisa memanfaaatkan kemasanmu sebagai media promosi produkmu. Jadi, jangan dianggap remeh masalah bungkusan ini.

gambar contoh kemasanyang menarik 


5. Jangan Meremehkan Alamat Surel

Biar bisnismu kelihatan besar, hindari menggunakan alamat surel atau email gratisan semacam @yahoo.com atau @gmail.com. Buatlah alamat surel yang menggunakan nama domainmu. Selain itu, manfaatkan lebih dari satu surel untuk menangani pelanggan dan rekan bisnismu, misalnya customerservice@, sales@, media@, dan sebagainya.
Dari luar, bisnismu akan terlihat dikerjakan oleh banyak orang, meskipun hanya ditangani oleh kamu seorang.

gambar contoh alamat email



6. Berinvestasi ke Desain Profesional

Desain yang kamu butuhkan bukan cuma logo, situs web, dan kemasan, tapi juga hal-hal kecil seperti kartu nama, email template, serta video profil perusahaanmu. Jangan ragu untuk berinvestasi ke pos-pos materi pemasaran ini, karena sedikit banyak mereka akan berpengaruh pada penjualan dan kredibilitas perusahaan.

gambar contoh kartu nama


7. Sering-Sering Ngeblog

Selain meng-update produk, manfaatkan situs webmu untuk ngeblog, setidaknya satu atau dua postingan per minggu. Bagikan postingan yang relevan sama bisnis dan audiensmu, bisa berupa berita, kisah inspiratif, maupun pencapaian yang kamu hasilkan lewat bisnismu.
Dengan begitu, pelangganmu gak cuma datang ke sana untuk belanja, tapi juga untuk membaca postinganmu. Meskipun gak beli, mereka akan tetap berkunjung kembali ke website-mu.

gambar suasana membuat blog


8. Kumpulkan Testimoni dan Review

Mengumpulkan testimoni dan review dari pelanggan penting banget. Selain menjadi umpan balik buat bisnismu, testimoni dan review yang positif bisa mendongkrak kepercayaan pelanggan untuk membeli produk-produkmu. Kalau perlu, kamu bisa meminta mereka membuat video testimoni untuk dipajang di situsmu.

gambar kumpulan testiomoni

9. Bekerja Sama dengan Perusahaan yang Lebih Besar

Jalinlah kerja sama dengan perusahaan yang lebih dulu besar dan dikenal pada suatuevent. Selain memperluas koneksimu, kamu juga bisa menceritakannya pada pelangganmu lewat blog. Pelangganmu pasti akan makin percaya dan loyal sama kamu.
Kamu juga bisa mensponsori event atau kegiatan amal yang sejalan dengan bisnismu. Ini menunjukkan kalo perusahaanmu punya kepedulian dan kultur yang akan membuatnya makin dikenal dan besar.

gambar membuat kerja sama dengan pihak lain

10. Bikin Bisnismu Diliput Media

 Selalu cari cara biar bisnismu bisa diliput media. Dengan menjadi narasumber suatu liputan, kamu berkesempatan untuk memperkenalkan dirimu dan bisnismu ke lingkup yang lebih luas. Wawancara dengan media bisa menaikkan popularitas dan akan berimbas pula pada penjualanmu nanti.


gambar bisnis diliput media

11. Pede Aja

 “Fake it until you make it.”
Bisnismu boleh kecil, tapi kamu punya visi untuk menjadikannya besar. Percaya pada dirimu sendiri: kemampuanmu, wawasanmu, serta potensi yang kamu miliki. Soalnya, kalo kamu aja gak percaya sama dirimu, gak akan ada orang lain yang bisa. Tapi ingat, tetap rendah hati ya!
Bisnis yang masih berskala kecil punya banyak potensi untuk terus berkembang. Tapi, kamu bisa selangkah di depan dibanding pesaingmu yang lain jika membuatnya tampak seperti sebuah bisnis yang dominan.

gambar agar percaya diri